Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

SIFAT QANAAH

Apa itu Qanaah? 

Qanaah menurut bahasa artinya menerima, merasa puas, atau senang hati. Sedangkan kalau menurut istilahnya, kita bisa artikan sebagai sikap rida atas ketentuan Allah dalam menghadapi kenyataan hidup dan tidak mudah putus asa. 

Seperti yang kita ketahui, Allah telah memberikan karunia rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali. Rezeki yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya sudah ada takaran dan ukurannya, dan Allah sendiri yang menentukan. Contohnya nih, sama-sama cari rezeki, sama-sama usaha keras, tapi hasil yang didapat berbeda satu sama lain. Dengan adanya hal ini, kita harus punya sifat qanaah, sebuah sikap batin antara keinginan pribadi dan kenyataan yang tengah dihadapi. 

Sama nggak antara Qanaah sama Apatis? 
Bersikap qanaah bukan bertindak apatis (putus asa) dalam mencari rezeki Allah. kita harus tetap mencarinya dengan cara-cara yang halal sesuai kemampuan kita. Namun, apapun hasil usaha kita, haruslah diterima dengan lapang dada seraya berserah diri kepada Allah SWT. 

Ciri-ciri orang yang bersikap qanaah? 
Berikut ini ciri-cirinya : 
1. Bersikap tenang dan tenteram dalam hidupnya. 
2. Tidak berbuat serakah dan tamak terhadap harta benda. 
3. Dijauhkan dari sifat hasud atau iri hati dan dengki terhadap orang lain. 
4. Bersikap hemat dan tidak pelit terhadap harta yang dimilikinya. 
5. Menjauhkan diri dari perbuatan suka meminta-minta. 
6. Suka berbuat amal kebajikan dan mensyukuri semua nikmat yang diterima. 

Gimana cara menumbuhkan sikap qanaah?

1. Berusaha meningkatkan iman kepada Allah dengan cara berbuat amal saleh dan bersabar saat menerima musibah. 
2. Tidak berlebih-lebihan dan sibuk mencari harta, sehingga melupakan kewajiban beribadah kepada Allah. 
3. Menghilangkan sifat tamak terhadap harta, sehingga merugikan orang lain dan menjatuhkan nama baiknya. 
4. Tidak mudah putus asa dalam berusaha meskipun belum berhasil
5. Merasa puas dan menerima ketentuan Allah dengan selalu mensyukuri nikmat yang diterima.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Iman Kepada Allah SWT

Kawan, adanya alam semesta dan isinya, termasuk manusia, pasti ada yang menciptakan. Siapa dia? sudah tentu "Sang Pencipta" adalah Allah SWT. Untuk mengakui kebenaran adanya Allah SWT, dibutuhkan dengan keyakinan dalam hati, mengakui dan membenarkan adanya Allah SWT.

Lalu bagaimana sih caranya untuk mengetahui dan meyakini adanya Allah?
yang dapat kita lakukan antara lain :

a. Mencari informasi dari Al Qur'an atau Hadis, yang dapat menjelaskan keimanan kepada Allah secara benar.
b. Memahami kandungan ayat yang menjelaskan iman kepada Allah SWT.
c. Menemukan tanda-tanda adanya Allah melalui pemikiran, pengamatan dari berbagai gejala alam, sehingga dapat menambah keimanan kepada Allah SWT.
d. Meyakini dalam hati dan menampilkan dalam perilaku sehari-hari sebagai perwujudan iman kepada Allah. iman yang benar dapat mendorong manusia untuk melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk dan merugikan.